Jumat, 18 November 2011

ANDRAGOGI DALAM PRAKTEK

A.          PENDIDIKAN ORANG DEWASA YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT
Sebagaimana yang dikemukakan Knowles (1970) andragogi sekurang-kurangnya didasarkan pada empat asumsi, yakni:
(1)      Konsep dirinya bergerak dari pribadi yang tergantung ke arah pribadi yang mandiri,
(2)      Manusia mengakumulasikan banyak pengalaman yang diperolehnya, sehingga menjadi suatu sumber belajar yang berkembang,
(3)      Kesiapan belajar manusia secara meningkat diorientasikan pada tugas perkembangan peranan sosial yang dibawa, dan
(4)      Perspektif waktunya berubah dari suatu pengetahuan yang tertunda penerapannya menjadi penerapan yang segera secara seiring orientasinya terhadap belajar beralih dari suatu orientasi terpusat pada mata pelajaran kepada orientasi terpusat pada mata pelajaran kepada orientasi terpusat pada masalah.
Jenis-jenis pendidikan dilaksanakan oleh pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). PKBM merupakan pusat (centra) dan atau wadah seluruh kegiatan belajar masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan/keahlian, hobi atau bakatnya yang dikelola/diselenggarakan oleh diri dan untuk masyarakat. PKBM diharapkan sebagai wahana untuk mempersiapkan warga masyarakat untuk lebih aktif dalam memilih kebutuhan hidupnya, termasuk dalam hal peningkatan masyarakatnya. PKBM juga merupakan salah satu upaya untuk lebih memberdayakan masyarakat sekaligus menyongsong diberlakukannya otonomi daerah secara lebih luas. Kegiatan-kegiatan PLS yang dilaksanakan PKBM adalah:
1.      Life Skill
a.       Pengertian
Pendidikan kecakapan hidup merupakan satu upaya pendidikan untuk meningkatkan kecakapan seseorang untuk melaksanakan hidup dan kehidupannya secara tepat guna dan berdaya guna. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang dituntut untuk memiliki sekaligus 4 jenis kecakapan (Life Skill), yaitu:

~        Kecakapan Pribadi
Kecakapan pribadi mencakup kecakapan untuk mengenal diri sendiri, kecakapan berfikir secara rasional dan kecakapan untuk tampil dengan percaya diri yang mantap.
~        Kecakapan Sosial
Kecakapan sosial mencakup kecakapan untuk berkomunikasi, melakukan kerja sama, bertenggang rasa, dan memiliki kepedulian serta tanggungjawab sosial dalam hidup bermasyarakat.
~        Kecakapan Akademik
Adalah kecakapan untuk merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi melalui proses berpikir kritis, analitis, dan sistematis. Demikian yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian, eksplorasi, inovasi dan kreasi melalui pendekatan ilmu, selain itu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan hasil-hasil teknologi untuk mendukung kegiatannya.
~        Kecakapan Vocational
Adalah kecakapan vocational mencakup kecakapan yang berkaitan dengan bidang keterampilan-keterampilan professional tertentu dalam dunia usaha dan industry, baik untuk dipergunakan bekerja sebagai karyawan/karyawati maupun usaha mandiri.
b.      Tujuan
Memberikan kecakapan hidup kepada peserta didik agar memiliki:
1)      Keterampilan, pengetahuan dan setiap yang dibutuhkan dalam memenuhi dunia kerja, baik bekerja mandiri (wirausaha) dan bekerja pada perusahaan produk jasa dengan penghasilan yang semakin layak untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya.
2)      Motivasi dan etos kerja yang tinggi serta dapat penghasilan, yang unggul dan mampu bersaing di pasar global.
3)      Kesadaran yang tinggi tentang pentingnya pendidikan untuk dirinya sendiri, maupun untuk anggota keluarga.
4)      Kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan sepanjang hayat dalam rangka mewujudkan keadilan pendidikan disetiap lapisan masyarakat.
c.       Pengelolaannya
1)      Perencanaan
Kegiatan life skill ini direncanakan oleh PKBM, sebelum PKBM merencanakan, kegiatan diawali  dengan identifikasi kebutuhan bekerja masyarakat. Kegiatan yang diawali dengan kebutuhan belajar masyarakat akan lebih efektif dalam pelaksanaannya.
2)      Pelaksanaan
Kegiatan life skill ini dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kegiatan ini melibatkan narasumber yang terkait dengan program/kegiatan yang telah direncanakan. Sarana/prasarana yang telah tersedia haruslah relevan dengan program yang telah direncanakan. Pada pelaksanaan kegiatan ini harus mengacu/berpedoman kepada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dirjen PLS Depdiknas.
3)      Evaluasi
Kegiatan life skill ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tujuan tercapai. Untuk menilai program ini dilakukan dengan melihat sesuai penerapan kegiatan di dalam masyarakat. Semakin banyak anggota life skill menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap, semakin berhasil kegiatan ini. Selanjutnya program ini berhasil dapat dilihat dari tingginya etos kerja warga belajar dan dapat menghasilkan karya yang unggul dan maupun bersaing dengan pasar global.
2.      Majlis Taklim
a.       Pengertian
Majlis taklim adalah sekelompok masyarakat, atau sekumpulan orang-orang yang ingin mendalami ajaran agama islam, biasanya majlis taklim ini ada di kelurahan atau di kenagarian ataupun jorong. Pada kegiatan majelis taklim ini, materi yang dipelajari meliputi: ibadah, syari’at, dan muamalat. Kehadiran majelis taklim ini, sudah jelas sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam rangka meningkatkan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan hubungan sesama manusia, meningkatkan keimanan dan mendalami syariat islam.

b.      Tujuan
Secara spesifik, tujuan dari majelis taklim ini adalah:
~        Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
~        Meningkatkan kualitas pemahaman agama,
~        Memperkokoh dakwah Islamiyah,
~        Beramal sesuai dengan ilmu dan agama yang dipelajari,
~        Meningkatkan syariat agama Islam,
~        Memberikan pelajaran dan pembinaan terhadap masyarakat, dan
~        Menyemarakkan dan memakmurkan masjid-masjid.
c.       Pengelolaan
1)      Perencanaan
Kegiatan majelis taklim ini direncanakan oleh pengurus serta anggota. Perencanaan disusun atas dasar kebutuhan belajar anggota-anggota. Pada umumnya kegiatan-kegiatan direncanakan dalam bentuk jangka pendek dan jangka panjang. Perencanaan jangka pendek direncanakan untuk memenuhi kebutuhan mendalam ajaran agama biasanya 5 kali seminggu.
2)      Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan pada kelompok majelis taklim ini sangat ditentukan dari tersedianya waktu anggota dan disepakati secara bersama.
3)      Evaluasi
Kegiatan evaluasi pada majelis taklim ini tidak ada evaluasi yang berprogram, sesuai dengan ciri pendidikan luar sekolah, evaluasi banyak diarahkan kepada self evaluation (evaluasi diri).

B.           PENDIDIKAN ORANG DEWASA YANG DILAKSANAKAN OLEH INSTANSI PEMERINTAH
Pendidikan orang dewasa yang dilaksanakan oleh pemerintah antara lain:
1.      Pelatihan dan Pengembangan Program KB Nasional
Kewenangan Balatbang BKKBN mendukung kewenangan pemerintah dalam program KB Nasional, terutama untuk peningkatan SDM, tenaga pengelola dan pelaksana program.
a.       Tujuan Balatbang
1)      Umum
Meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengelolaan program pelatihan dalam rangka mewujudkan SDM berkualitas.
2)      Khusus
a)      Meningkatkan kualitas SDM, pengelola dan pelaksana program KB Nasional melalui:
ü  Penyelenggaraan kegiatan penjajakan kebutuhan pelatihan dan pengembangan (Need Assesment),
ü  Penyusunan desain pelatihan dan pengembangan,
ü  Penyusunan bahan diklat, kurikulum materi, metoda, media, strategi dan instrument evaluasi,
ü  Pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan,
ü  Evaluasi program pelatihan dan pengembangan evaluasi pasca pelatihan.
b)      Meningkatkan sarana dan prasarana pelatihan,
c)      Meningkatkan kualitas program pelatihan.
d)     Mengembangkan koordinasi dan kemitraan pihak terkait.
Pokok-pokok pengelolaan:
ü  Upaya peningkatan kualitas institusi Balatbang,
ü  Upaya peningkatan kualitas program pelatihan, dan
ü  Pengembangan jejaring kerja dan koordinasi.
b.      Upaya Peningkatan Kualitas Instansi Diklat
1)      Peningkatan kualitas SDM Balatbang meningkatkan kompetensi SDM diklat (struktural) fungsional dan staf menjadi SDM yang dapat merubah pola pikir peserta didik sesuai dengan perubahan lingkungan strategi dan kompetensi dalam menjalankan kegiatannya.
2)      Meningkatkan motivasi belajar dengan menerapkan learning organization
3)      Merubah pola pikir, pola interaksi yang bersifat statis, menjadi dinamis, dan kreatif sesuai dengan kebutuhan pasar
4)      Mengembangkan keahlian khusus sesuai dengan kebutuhan, dengan memanfaatkan waktu luang yang ada
5)      Meningkatkan kemampuan dan membina hubungan dengan puhak luar
6)      Membangun jaringan pengembangan prestasi secara mandiri dengan pihak luar
7)      Peningkatan sarana dan prasarana diklat. Penyediaan sarana PBM standar (alat bahan yang kondusif untuk PBM)
ü  AVA,
ü  Peralatan kelas (mobiler),
ü  Perangkat komputer,
ü  Peralatan kantor/perlengkapan asrama,
ü  Sarana transportasi,
ü  Pengembangan kelas, perpustakaan, ruang rapat, dan
ü  Promosi pemasaran program pelatihan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar